Last News :

POMAL

Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) merupakan salah satu fungsi teknis militer umum TNI AL yang berperan menyelenggarakan bantuan administrasi kepada satuan-satuan jajaran TNI AL sebagai perwujudan dan pembinaan melalui penyelenggaraan fungsi-fungsi Polisi Militer.
Pomal yang memiliki tugas pokok sebagai penegak disiplin, tata tertib dan hukum memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam rangka pembangunan Angkatan Laut tersebut.
Polisi Militer TNI AL menyandang fungsi Penyidikan, Penyelidikan Kriminal, Penegakan Disiplin dan Tata Tertib, Penegakan Hukum, Pengamanan Fisik, Pembinaan Tuna Tertib Militer dan Pengurusan Tawanan Perang. Sejak terbitnya Keputusan Panglima TNI tentang pembentukan Polisi Militer TNI dan Keputusan Panglima TNI tentang Pengangkatan dan Penyumpahan Penyidik maka kewenangan yang selama ini berada pada Pomad secara otomatis menjadi kewenangan Pomal dan juga Pomau. Hal ini bukan semata-mata hanya urusan administrasi saja tetapi juga berbagai pekerjaan staf dan lapangan yang sudah tidak lagi ditangani oleh Pomad. Satu paket dengan peresmian Korps Polisi Militer juga peresmian adanya Kejuruan POM bagi bintara dan tamtama.
Salah satu tugas pokok Pomal adalah melaksanakan sosialisasi tentang keberadaan Korps Pomal, meliputi kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan, postur, dan kewenangan serta hal-hal yang berkaitan tentang keberadaan Korps Pomal. Sosialisasi ini harus dilaksanakan diseluruh strata jajaran TNI AL sehingga seluruh prajurit TNI AL memahami persis apa peran Korps Pomal. Sosialisasi ini juga harus dilaksanakan di lingkungan Mabes TNI, Satuan TNI lain dan terhadap masyarakat luas.

 

Komandan Puspomal

Saat ini DANPUSPOMAL adalah Brigjend TNI MAR Gunung Heru TWJ, S.H..menggantikan Brigjen TNI Mar. Wingky S. Sedangkan Wakil Komandan Pusat POLISI MILITER ANGKATAN LAUT dijabat oleh Kolonel Laut (PM) Toto Hartoto yang menggantikan Kolonel Laut (PM) Widhy Sutedjo.

Pejabat lain

  • Danpuspomal: Brigjend TNI MAR Gunung Heru TWJ, S.H.
  • Wadanpuspomal: Kolonel Laut(PM) Toto Hartoto
  • Danpomal Lantamal I Belawan: Mayor Laut (PM) M. Iqbal. A S.pd
  • Danpomal Lantamal II Padang: Letkol Laut (PM) Gultom, S.H, M.H.
  • Danpomal Lantamal III: Kolonel Laut (PM) Nazali Lempo, S.H, M.H
  • Danpomal Lantamal IV Tanjungpinang: Letkol Laut (PM) ..........
  • Danpomal Lantamal V Surabaya: Kolonel Laut (PM) Toto Hartoto
  • Danpomal Lantamal VI Makassar: Letkol Laut (PM) Zainuddin Matewakang,SH
  • Danpomal Lantamal VII Kupang:Letkol Laut (PM) Ade Permana
  • Danpomal Lantamal VIII Manado: Letkol Laut (PM) Drs. Bonar Gultom
  • Danpomal Lantamal IX Ambon: Letkol Laut (PM) Ananta
  • Danpomal Lantamal X Jayapura: Mayor Laut (PM) Ponadi
  • Danpomal Lantamal XI Merauke: Letkol Laut (PM) M. Fahmi
  • Danpusdikpomal: Kolonel Laut (PM) Drs. Harimurti
  • Dansatlak Puspomal: Letkol Laut (PM) Totok Safariyanto,SH


KOWAL

Korps Wanita Angkatan Laut (disingkat Kowal) merupakan bagian dari TNI Angkatan Laut, dan setiap tanggal 5 Januari diperingati sebagai Hari jadi Kowal.

PUSPEDERBAL

Puspenerbal atau Pusat Penerbangan TNI AL merupakan bagian dari TNI-AL yang bertugas menyediakan fungsi penerbangan bagi operasi-operasi Angkatan Laut. Pupernerbal didirikan pada tahun1956. Puspenerbal dibentuk sebagai sentralisasi pembinaan penerbangan TNI AL dalam suatu wadah, sehingga akan lebih menguntungkan dalam pengawasan dan pengendaliannya.




SEJARAH SINGKAT PENERBANGAN ANGKATAN LAUT


Gagasan awal membentuk Penerbangan Angkatan Laut sebenarnya telah muncul sejak masa revolusi. Gagasan tersebut terutama muncul dari para mantan anggota MLD – Marine Luchtvaart Dienst (Dinas Penerbangan Angkatan Laut Belanda). Periode 1950 – 1956 pemikiran itu mulai direalisasikan dengan merekrut para pemuda Indonesia sebagai penerbang, sesuai klausul perjanjian perdamaian KMB (Konperensi Meja Bundar) yang ditandatangani pada tahun 1949 di mana pemerintah Kerajaan Belanda akan membantu pembangunan Angkatan Perang RIS (Republik Indonesia Serikat). Dua pemuda Indonesia pertama yang dikirim mengikuti pendidikan penerbang di KIM – Koninklijk Instituut voor de Marine di negeri Belanda adalah taruna Hamami dan Tjokroadiredjo. Untuk memantapkan kesiapan, pimpinan ALRI juga mengirim pemuda-pemuda Indonesia terbaik untuk mengikuti pendidikan penerbang dan navigator di Inggris, termasuk bintara untuk teknisi pesawat dan pengatur lalu lintas udara.
                Ide pembentukan organisasi Penerbangan Angkatan Laut sendiri sebagai wadah  bagi para calon penerbang yang sedang menjalani pendidikan di Belanda dan Inggris baru muncul ketika Kepala Staf Angkatan Laut Kolonel R. Soebijakto melakukan kunjungan kerja ke Inggris pada tahun 1955. Berawal dari pertanyaan sederhana seorang siswa penerbang Hamami “Kolonel, bagaimana wadah Penerbangan Angkatan Laut nanti” maka sekembali ke Tanah Air, upaya-upaya membentuk organisasi Penerbangan Angkatan Laut mulai terus dilakukan. Akhirnya, pada hari ini 54 tahun silam, tepatnya tanggal 17 Juni 1956, dengan Surat Keputusan Kasal No. I.29.I.24 terbentuklah wadah itu dengan nama Biro Penerbangan Angkatan Laut. Sebagai badan baru di bawah Staf Umum ALRI, Biro Penerbangan Angkatan Laut mendapat satu ruang kantor kecil di Markas Besar Angkatan Laut, Jl. Gunung Sahari Jakarta. Di tempat itulah para perintis penerbangan berkantor dan merancang masa depan Penerbangan Angkatan Laut. 
 
                Rencana kerja Biro Penerbangan Angkatan Laut setelah peresmiannya adalah menyusun rencana pembangunan sarana prasarana termasuk pengadaan pesawat-pesawat baru. Setelah kontrak pembelian pesawat Gannet dari Inggris ditandatangani pada tahun 1958, segera pula dimulai pembangunan kembali Pualam (Pangkalan Udara Angkatan Laut Morokrembangan) yaitu Pangkalan Udara Angkatan Laut ex-Belanda yang kondisinya rusak parah akibat pemboman hebat pasukan Jepang mau pun Sekutu pada masa Perang Dunia II. Awal tahun 1960 pembangunan selesai, dan pada tanggal 4 April 1960 Pualam diresmikan oleh Pejabat Presiden RI / Perdana Menteri Ir. H. Djuanda. Sejak saat itu Pualam menjadi home base pesawat antikapal selam Gannet yang secara berangsur tiba dari Inggris. Pada tanggal 8 Juli 1961, Kepala Staf Angkatan Laut meresmikan pembentukan Skuadron 100 / Antikapal Selam dengan Mayor Barata sebagai komandan pertama.   
 
                Berkat kegigihan dan kerja keras para perintis penerbangan, pembangunan Pualwa (Pangkalan Udara Angkatan Laut Waru) atau yang kita kenal Lanudal (Pangkalan Udara Angkatan Laut) Juanda sekarang, berhasil dirampungkan. Relokasi pangkalan dari Morokrembangan ke Juanda bukan saja didasari alasan teknis, namun juga pertimbangan politis untuk menghadapi operasi Trikora dalam rangka merebut kembali Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Oleh karena itu, setelah melalui proses pembangunan selama empat tahun dengan biaya yang sangat mahal, akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1964 Lanudal Juanda diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soekarno. Ditunjuk sebagai komandan pangkalan pertama adalah Mayor Amin Singgih. Sejak saat itu, home base Penerbangan Angkatan Laut resmi berpindah ke Lanudal Juanda.  
 
                Dengan mulai datangnya berbagai jenis pesawat ke jajaran Penerbangan Angkatan Laut antara lain: Albatros dari Amerika Serikat, Ilyushin-28 dan MI-4 dari Rusia, maka dibentuklah skuadron-skuadron baru yaitu Skuadron Udara 200 / Latih, Skuadron Udara 400 / Helikopter, Skuadron Udara 600 / Angkut, dan Skuadron Perawatan 900. Dengan masuknya armada Nomad dari Australia pada tahun 1976 maka dibentuklah Skuadron Udara 800 / Patroli Maritim. Sebagai pengganti pesawat-pesawat generasi 60-an yang telah pensiun, selain Nomad, kini dioperasikan berbagai jenis pesawat antara lain Tampico, Tobago dan Casa (fixed wing)dan Bolcow, Bell, dan Colibri (rotary wing). Seiring dengan dinamika tuntutan tugas, organisasi penerbangan juga terus mengalami perkembangan. Terakhir, berdasarkan Keputusan Kasal nomor: Kep/6/VI/2006 tanggal 13 Juni 2006 struktur Dinas Penerbangan Angkatan Laut kini divalidasi menjadi Pusat Penerbangan Angkatan Laut.
 
                Selama 54 tahun masa pengabdiannya, belum pernah sekali pun Penerbangan Angkatan Laut absen dari berbagai operasi di Tanah Air baik OMP (operasi militer perang) mau pun OMSP (operasi militer selain perang). Beberapa di antaranya adalah:  
1.  Operasi Jayawijaya (Trikora) tahun 1961 – 1962. Gugur sebagai kusuma bangsa yaitu Letnan Boedi Soemantri, Kapten Achmad Boediarto, dan Letnan Bachtiar Jachja.
2.  Operasi Dwikora tahun 1964 – 1967. Gugur Letnan Dodot Soetarno.
3.  Operasi Penumpasan PGRS dan Paraku di Kalimantan Barat tahun 1968 – 1972. Gugur Letnan Josep Soesilo.
4.  Operasi Kawal Udara Kepresidenan RI tahun 1965.
5.  Operasi Cendrawasih II tahun 1967.
6.  Operasi Seroja (Timor Timur) tahun 1975 – 1999. Gugur Kapten Sugeng Hardjo Taruno, Mayor Hedi Kurniadi, dan Lettu Toto Sukowiyanto.
7.  Operasi SAR Gunung Tinombala (kecelakaan pesawat Merpati) tahun 1977.
8.  Operasi Pengusiran kapal ferry Lusitania Expresso tahun 1992.
9.  Operasi Pengamanan Jajak Pendapat di Timor Timur tahun 1999.
10.  Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh tahun 2003 – 2005.
11.  Operasi Bantuan Kemanusiaan Bencana Tsunami di Aceh tahun 2004, dan masih banyak lagi.
 
http://puspenerbal.mil.id/master/editor/images/spacer.gif
 
Hari Penerbangan Angkatan Laut Tahun 2010 mengambil tema: “Dengan semangat baru Penerbangan Angkatan Laut bertekad meningkatkan profesionalisme prajurit untuk membangun kekuatan dan kemampuan guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
 
Dharma Jalakaca Putra.
 
Jalesveva Jayamahe.

RENCANA PENGEMBANGAN


Berdasarkan rencana pengembangan kekuatan periode 2005-2024, struktur operasional TNI-AL akan diubah di mana dua komando armada yang ada sekarang (Komando Armada Kawasan Barat dan Komando Armada Kawasan Timur) akan dilebur menjadi satu armada yang dipimpin laksamana berbintang tigayang bermarkas di Surabaya .
Armada ini akan membawahi tiga komando wilayah laut (Kowilla) yaitu Kowilla Barat dengan markas direncanakan di Tanjung Pinang, Riau, Kowilla Tengah dengan markas di Makassar dan Kowilla Timur dengan markas di Sorong. Pembagian komando operasional ini didasarkan pada karakteristik perairan yang membutuhkan pola operasi dan perangkat yang berbeda serta untuk memudahkan pergeseran pasukan atau logistik. Marinir juga akan dimekarkan dengan Dankormar yang dipimpin [[Letjen TNI Marinir|Pati berbintang tiga dengan penambahan satu Pasmar yaitu Pasmar III yang akan bermarkas di Sorong Tetapi berdasarkan surat dari Panglima TNI, rencana pemekaran organisasi TNI AL ini ditolak, belum ditentukan kapan akan disetujui.

PANGKALAN UTAMA


Penomoran lantamal diubah menjadi berurutan dari Lantamal I sampai XI sesuai lokasi dari barat ke timur pada 1 Agustus 2006 seiring dengan peresmian Pangkalan Angkatan laut (Lanal) Teluk Bayur,Kota Padang, Sumatera Barat menjadi Pangkalan Utama Angkalan Laut (Lantamal) II.
Kekuatan TNI Angkatan Laut tersebar di beberapa Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) yang berada di bawah dua komando utama armada yaitu:
  1. Komando Armada RI Kawasan Barat
    1. Pangkalan Utama I (Lantamal I) di Belawan, membawahi Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Sabang, dan Dumai,Lhokseumawe Tanjung Balai Asahan dan Simeulue. Satu Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Sabang, dan dua fasilitas pemeliharaan dan perbaikan (Fasharkan) di Sabang, Belawan. Lantamal ini rencananya akan dipindahkan ke Lhokseumawe,Aceh. Saat ini Danlantamal I dijabat oleh Laksma TNI Bambang Soesilo
    2. Pangkalan Utama II (Lantamal II) di Padang membawahi Lanal Sibolga dan Bengkulu. Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal II merupakan sebutan untuk Lantamal III Jakarta. Saat ini Danlantamal II dijabat oleh Brigjen TNI Mar Gatot Subroto
    3. Pangkalan Utama III (Lantamal III) di Jakarta, membawahi 6 Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Palembang, Cirebon, Panjang, Banten, Bandung, dan Bangka Belitung. Selain itu, memiliki satu fasilitas pemeliharaan dan perbaikan di Pondok Dayung, Jakarta. Fasharkan Pondok Dayung ini sekarang memiliki kemampuan membuat kapal patroli jenis KAL ukuran 28-35 meter. Satu Lanudal di Pondok Cabe jakarta Selatan. Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal III merupakan sebutan untuk Lantamal V Surabaya. Saat ini Danlantamal III dijabat oleh Brigjen TNI Mar Arif Suherman
    4. Pangkalan Utama IV (Lantamal IV) di Tanjung Pinang membawahi 6 Pangkalan Angkatan Laut, yaitu Batam, Pontianak, Tarempa, Ranai, Tanjung Balai Karimun, dan Dabo Singkep. Lantamal Tanjung Pinang memiliki satu fasilitas pemeliharaan dan perbaikan (Fasharkan) di Mentigi yang punya kemampuan membuat kapal patroli (KAL) 12, 28, dan 35 meter. Di samping itu, memiliki 2 Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) berada di Matak, Kepulauan Natuna, dan di Tanjung Pinang/Kijang. Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal IV merupakan sebutan untuk Lantamal VI Makassar. Saat ini Danlantamal IV dijabat oleh Laksma TNI Darwanto.
  2. Komando Armada RI Kawasan Timur
    1. Pangkalan Utama V (Lantamal V) di Surabaya membawahi tujuh Pangkalan Angkatan Laut satu Denal, meliputi Tegal, Cilacap, Semarang, Denal Yogyakarta, Malang, Banyuwangi, Denpasar dan Batuporon . Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal V merupakan sebutan untuk Lantamal X Jayapura.Membawahi Lanudal Juanda dan Fasharkan Surabaya. Saat ini Danlantamal V dijabat oleh Laksma TNI M. Atokurrahman
    2. Pangkalan Utama VI (Lantamal VI) di Makassar, membawahi Pangkalan Angkatan Laut Kendari, Palu, Balikpapan, Kotabaru, dan Banjarmasin. Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal VI merupakan sebutan untuk Lantamal VIII Bitung.Membawahi Fasharkan Makasssar. Saat ini Danlantamal VI dijabat oleh Brigjen TNI Mar M. Suwandi Tahir
    3. Pangkalan Utama VII (Lantamal VII) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, membawahi Pangkalan Angkatan Laut Mataram, Maumere, Kupang, Tual, dan Aru. Memiliki 1 Pangkalan Udara, di Kupang. Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal VII merupakan sebutan untuk Lantamal IV Tanjung Pinang. Saat ini Danlantamal VII dijabat oleh Laksma TNI Karma Suta
    4. Pangkalan Utama VIII (Mako Lantamal VIII) di Kota Bitung, Manado, Sulawesi Utara, membawahi Pangkalan Angkatan Laut Tarakan, Nunukan, Tahuna, Toli-Toli dan Gorontalo serta satu Pangkalan Udara Angkatan Laut di Manado. Lantamal VIII sebelum 1 Agustus 2006, merupakan sebutan untuk Lantamal IX Ambon.Saat ini Danlantamal VIII dijabat oleh Laksma TNI Sugianto, SE
    5. Pangkalan Utama IX (Lantamal IX) di Ambon membawahi Pangkalan Angkatan Laut Ternate, Saumlaki , Morotai dan Fasharkan Ambon. Sebelum 1 Agustus 2006, Lantamal IX merupakan sebutan untuk Lantamal VII Kupang.Saat ini Danlantamal IX dijabat oleh Laksma TNI Rahardjo Dwi Prihanggono
    6. Pangkalan Utama X (Mako Lantamal X) di Jayapura, membawahi Pangkalan Angkatan Laut Sorong, Biak,Lanudal Biak serta satu Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan di Manokwari yang mampu memproduksi KAL 12 dan 28 meter.Saat ini Danlantamal X dijabat oleh Laksma TNI FX. Agus Susilo
    7. Pangkalan Utama XI (Lantamal XI) di Merauke, Papua membawahi Pangkalan Angkatan Laut Timika dan Aru serta Lanudal Aru.Saat ini Danlantamal XI dijabat oleh Brigjen TNI Mar Bambang Soemardjono

PASUKAN PENDARAT


Peralatan tempur Korps Marinir sejumlah 437 kendaraan tempur (ranpur), tetapi 307 ranpur berusia di atas 30 tahun, 37 ranpur berusia 21-30 tahun, sisanya 103 ranpur berusia 1-10 tahun.
Kekuatan marinir indonesia saat dibagi dalam 2 Pasmar (Surabaya dan Jakarta) membawahi Brigif, Menbanpur, Menart, Menkav, Lanmar dsb.

PESAWAT UDARA

Pesawat udara berjumlah 82 unit, terdiri dari 52 sayap tetap dan 30 sayap putar.

KAPAL PATROLI PENDUKUNG

Kapal Angkatan Laut (KAL) adalah kapal patroli yang berfungsi untuk mendukung Pangkalan TNI AL (Lanal) dalam melaksanakan tugas-tugas patroli keamanan laut dan tugas-tugas dukungan lainnya.

KAPAL PERANG TNI AL


Semua kapal perang TNI Angkatan Laut didahului dengan inisial KRI yang berarti Kapal Perang Republik Indonesia. TNI AL memiliki kurang lebih 148 kapal perang berbagai kelas dan jenis, belum termasuk 2 kapal layar tiang tinggi yang ada di TNI AL.jumlah kapal perang dibawah ini belum termasuk kapal patroli yang panjangnya kurang dari 36 meter yang biasa disebut KAL atau kapal angkatan laut yang berjumlah 317 unit.
Di bawah ini adalah daftar kapal perang TNI Angkatan Laut sampai dengan 13 Maret 2012:

Kapal Latih

[sunting]Kapal latih layar

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Dewarucimasih bertugas
2KRI Arung Samuderamasih bertugas
3KAL Arung Samudera-Imasih bertugas

[sunting]Fregat

[sunting]Fregat kelas Ahmad Yani

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Ahmad Yani351masih bertugasBekas HNLMS Van Speijk (F802), dibeli dari Belanda tahun 1986
2KRI Slamet Riyadi352masih bertugasBekas HNLMS Tjerk Hiddes (F804), dibeli dari Belanda tahun 1986
3KRI Yos Sudarso353masih bertugasBekas HNLMS Van Galen (F803), dibeli dari Belanda tahun 1987
4KRI Oswald Siahaan354masih bertugasBekas HNLMS Van Nes (F805), dibeli dari Belanda tahun 1986
5KRI Abdul Halim Perdanakusuma355masih bertugasBekas HNLMS Evertsen (F815), dibeli dari Belanda tahun 1989
6KRI Karel Satsuit Tubun356masih bertugasBekas HNLMS Isaac Sweers (F814), dibeli dari Belanda

[sunting]Fregat kelas Ki Hajar Dewantara

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Ki Hajar Dewantara364masih bertugasFregat latih dibangun pada tahun 1981 di Uljanic SY, Split, Yugoslavia.

[sunting]Fregat kelas Fatahillah

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Fatahillah361masih bertugasDibangun di Belanda pada tahun 1979.
2KRI Malahayati362masih bertugasDibangun di Belanda pada tahun 1980.
3KRI Nala363masih bertugasDibangun di Belanda pada tahun 1980.

[sunting]Korvet

[sunting]Korvet kelas Sigma

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Diponegoro365masih bertugasDibangun di Belanda dan bertugas sejak 2 Juli 2007.
2KRI Sultan Hasanuddin366masih bertugasDibangun di Belanda dan bertugas sejak Januari 2008.
3KRI Sultan Iskandar Muda367masih bertugasDibangun di Belanda, dan akan bertugas pada September 2008.
4KRI Frans Kaisiepo368masih bertugasDibangun di Belanda, dan diresmikan Juni 2009.

[sunting]Korvet kelas Parchim

Merupakan bagian dari pembelian 39 kapal ex-Jerman Timur oleh B.J. Habibie pada tahun 1990-an pada masa pemerintahan Presiden Suharto.
#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Kapitan Patimura371masih bertugasBekas Prenzlau (231), dibeli dari Jerman Timur.
2KRI Cut Nyak Dien375masih bertugasBekas Lübz (221), dibeli dari Jerman Timur.
3KRI Sultan Thaha Syaifuddin376masih bertugasBekas Bad Doberan (222), dibeli dari Jerman Timur.
4KRI Memet Sastrawiria380decommisionedBekas Bützow (244), dibeli dari Jerman Timur.
5KRI Imam Bonjol383masih bertugasBekas Teterow (234), dibeli dari Jerman Timur.
6KRI Pati Unus384masih bertugasBekas Ludwiglust (232), dibeli dari Jerman Timur.
7KRI Teuku Umar385masih bertugasBekas Grevesmühlen (212), dibeli dari Jerman Timur.
8KRI Silas Papare386masih bertugasBekas Gadebusch (211), dibeli dari Jerman Timur.
9KRI Hasan Basri382masih bertugasBekas Güstrow (223), dibeli dari Jerman Timur.
10KRI Untung Suropati372masih bertugasBekas Ribnitz-Damgarten (233), dibeli dari Jerman Timur.
11KRI Nuku373masih bertugasBekas Waren (224), dibeli dari Jerman Timur.
12KRI Lambung Mangkurat374masih bertugasBekas Angermünde (214), dibeli dari Jerman Timur.
13KRI Sutanto377masih bertugasBekas Wismar (241), dibeli dari Jerman Timur tahun 1992.
14KRI Sutedi Senoputra378masih bertugasBekas Parchim (242), dibeli dari Jerman Timur dan aktif sejak 1994.
15KRI Wiratno379masih bertugasBekas Perleberg (243), dibeli dari Jerman Timur.
16KRI Tjiptadi381masih bertugasBekas Bergen (213), dibeli dari Jerman Timur.

[sunting]Kapal selam

[sunting]Kapal selam kelas Cakra

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Cakra401masih bertugas
2KRI Nanggala402masih bertugas
3KRI0dalam pesananKapal Selam kelas changbogo dari korsel, Akan dikirim antara tahun 2015-2018
4KRI0dalam pesananKapal Selam kelas changbogo dari korsel, Akan dikirim antara tahun 2015-2018
5KRI0dalam pesananKapal Selam kelas changbogo dari korsel, Akan dikirim antara tahun 2015-2018

[sunting]Kapal patroli

[sunting]Kapal cepat rudal kelas Clurit

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Clurit641masih bertugasProduksi PT. Palindo Marine Industries (AHA)
2KRI Kujang642masih bertugasProduksi PT. Palindo Marine Industries (AHA)

[sunting]Kapal cepat rudal kelas Mandau

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Mandau621masih bertugas
2KRI Rencong622masih bertugas
3KRI Badik623masih bertugas
4KRI Keris624masih bertugas

[sunting]Kapal patroli kelas Kakap FPB-57 Nav I

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Kakap811masih bertugas
2KRI Kerapu812masih bertugas
3KRI Tongkol813masih bertugas
4KRI Barakuda814masih bertugas

[sunting]Kapal patroli kelas Andau FPB-57 Nav II

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
2KRI Singa651masih bertugas
4KRI Ajak653masih bertugas

[sunting]Kapal patroli kelas Pandrong FPB-57 Nav IV

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Pandrong801masih bertugas
2KRI Sura802masih bertugas

[sunting]Kapal patroli kelas Todak FPB-57 Nav V[1]

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Todak803masih bertugas
2KRI Hiu804masih bertugas
3KRI Layang805masih bertugas
4KRI Lemadang806masih bertugasDiluncurkan pada 19 April 2002

[sunting]Kapal cepat kelas Boa

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Boa807masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2003
2KRI Welang808masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2003
3KRI Suluh Pari809masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2004
4KRI Katon810masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2004
5KRI Sanca815masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Manokwari
6KRI Warakas816masih bertugas
7KRI Panana817masih bertugas
8KRI Kalakay818masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Manokwari Papua Barat 2004, memiliki semboyan "lincah, tersamar, mematikan" beroperasi di perairan utara papua jenis patroli cepat Fiber 36 Meter, dengan Komandan 1,Kapten Laut (P) Tunggul, 2, Kapten Laut (P)Binsar Sitorus, 3, Kapten Laut (P)Irwan Shobirin, 4. Kapten Laut (P) Raden Moh Candra Wirabraja, 5.Kapten Laut (P) Sunarya 2010,6.Kapten Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso 2011,jumlah pes 23 Orang, dilengkapi meriam 20 mm dan 12,7 mm kecepatan max 30 knot, KRI Kalakay-818 mampu menempuh rute pelayaran sampai 2.200NM dengan endurace 5 hari dan mampu beroperasi sampai tinggi gelombang 3 meter.
9KRI Tedong Naga819masih bertugas

[sunting]Kapal patroli cepat kelas Kobra

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Kobra867masih bertugas
2KRI Anakonda868masih bertugas
3KRI Patola869masih bertugas
4KRI Taliwangsa870kandas di selat makassar
5KRI Kalagianmasih bertugas

[sunting]Kapal patroli kelas PC-37 Kelas Viper

#Nama kapalLambungStatusBuatanTahunBertugas sejak
1KRI Viper820masih bertugasFasharkan TNI AL Jakarta19 Oktober 2006.[2]
2KRI Piton821masih bertugasFasharkan TNI AL Mentigi200519 Oktober 2006.[2]
3KRI Weling822masih bertugasFasharkan TNI AL Mentigi200519 Oktober 2006.[2]
4KRI Matacora823masih bertugasFasharkan TNI AL Mentigi200614 Maret 2008.[3]
5KRI Tedung Selar824masih bertugasFasharkan TNI AL Jakarta14 Maret 2008.[3]
6KRI Boiga825masih bertugasFasharkan TNI AL Manokwari1 Agustus 2007.[4]

[sunting]Kapal patroli kelas PC40

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Krait827masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2008, dalam proses sea trial.[5]
2KRI Tarihu829masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Jakarta, masuk dinas sekitar tahun 2009.[5]
3KRI Alkura830masih bertugasBuatan Fasharkan TNI AL Mentigi, masuk dinas sekitar tahun 2009.[5]
4KRI Birang831masih bertugas
5KRI Mulga832masih bertugas

[sunting]Kapal patroli kelas Sibarau

#Nama kapalLambungStatusDibeli dariTanggalNama sebelumnya
1KRI Sibarau847masih bertugasAustralia16 November 1973HMAS Bandolier (P 95)
2KRI Siliman848masih bertugasAustralia21 Mei 1974HMAS Archer (P 86)
3KRI Sigalu857masih bertugasAustralia22 April 1983HMAS Barricade (P 98)
4KRI Silea858masih bertugasAustralia6 Mei 1983HMAS Acute (P 81)
5KRI Siribua859masih bertugasAustralia12 September 1983HMAS Bombard (P 99)
6KRI Waigeo961masih bertugas|Satbanarmatim|
7KRI Siada862masih bertugasAustralia22 Februari 1985HMAS Barbette (P 97)
8KRI Sikuda863masih bertugasAustralia21 Februari 1985HMAS Attack (P 90)
9KRI Sigurot864masih bertugasAustralia18 Oktober 1985HMAS Assail (P 89)

[sunting]Kapal patroli

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Cucut866masih bertugasex-RSS Jupiter

[sunting]Kapal penyapu ranjau

[sunting]T-43 (Project 244) class (MSO)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Pulau Rani701masih bertugas
2KRI Pulau Ratewo702tenggelamTenggelam pada 19 Mei 2000, di perairan Gresik.[6][7]

[sunting]Pulau Rengat (Tripartite) class (MHSC)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Pulau Rengat711masih bertugas
2KRI Pulau Rupat712masih bertugas

[sunting]Penyapu ranjau kelas Kondor

Merupakan bagian dari pembelian 39 kapal ex-Jerman Timur oleh B.J. Habibie pada tahun 1990-an pada masa pemerintahan Presiden Suharto. Keunikan dari nama-nama kapal pada kelas ini terletak pada seluruh nama kapal yang menggunakan singkatan PR (Penyapu Ranjau), kecuali KRI Kelabang yang sebelumnya bernama KRI Pulau Rondo dan KRI Kala Hitam sebelumnya bernama KRI Pulau Raibu.
#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Pulau Rote721masih bertugasex-Jerman Timur Wolgast (811). Juga digunakan untuk survey hidro.
2KRI Pulau Raas722masih bertugasex-Jerman Timur Hettstedt (353)
3KRI Pulau Romang723masih bertugasex-Jerman Timur Pritzwalk (325). Juga digunakan untuk Survei Hidro Oseanografi.
4KRI Pulau Rimau724masih bertugasex-Jerman Timur Bitterfeld (332)
5KRI Kelabang826masih bertugasex-Jerman Timur Zerbst (335) sebelumnya juga bernama KRI Pulau Rondo
6KRI Pulau Rusa726masih bertugasex-Jerman Timur Oranienburg (341) (gambar)
7KRI Pulau Rangsang727masih bertugasex-Jerman Timur Jüterbog (342)
8KRI Kala Hitam828masih bertugasex-Jerman Timur Sömmerda (311)
9KRI Pulau Rempang729masih bertugasex-Jerman Timur Grimma (336). Juga digunakan untuk Survei Hidro Oseanografi.

[sunting]Kekuatan amfibi

[sunting]Kapal angkut tank kelas Teluk Langsa

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Teluk Langsa501masih bertugasex-USS Solano County (LST-1128)
2KRI Teluk Bayur502pensiun[8]ex-USS LST-616 (Gambar)
3KRI Teluk Amboina503masih bertugas
4KRI Teluk Kau504masih bertugasex-USS LST-652
5KRI Teluk Tomini508masih bertugasex-USS Bledsoe County (LST-356)
6KRI Teluk Ratai509masih bertugasex-USS LST-678, ex-USS Presque Isle (APB-44)
7KRI Teluk Saleh510masih bertugasex-USS Clarke County (LST-601)
8KRI Teluk Bone511masih bertugasex-USS Iredell County (LST-839)

[sunting]Tacoma type (LSTH)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Teluk Semangka512masih bertugasLST KOREA SELATAN>
2KRI Teluk Penyu513masih bertugas<LST KOREA SELATAN>
3KRI Teluk Mandar514masih bertugas<LST KOREA SELATAN>
4KRI Teluk Sampit515masih bertugas<LST KOREA SELATAN>
5KRI Teluk Banten516masih bertugas<LSTM KOREA SELATAN>
6KRI Teluk Ende517masih bertugas<LSTM KOREA SELATAN>

[sunting]Kapal angkut tank kelas Frosch

[sunting]Kelas Frosch I, Tipe 108 (LSM)

Merupakan bagian dari pembelian 39 kapal ex-Jerman Timur oleh B.J. Habibie pada tahun 1990-an pada masa pemerintahan Presiden Suharto.
#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Teluk Gilimanuk531masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Hoyerswerda (611)
2KRI Teluk Celukan Bawang532masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Hagenow (632)
3KRI Teluk Cendrawasih533masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Frankfurt/Oder (613)
4KRI Teluk Berau534masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Eberswalde-Finow (634)
5KRI Teluk Peleng535masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Lübben (631)
6KRI Teluk Sibolga536masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Schwerin (612)
7KRI Teluk Manado537masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Neubrandenburg (633)
8KRI Teluk Hading538masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Cottbus (614)
9KRI Teluk Parigi539masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Anklam (635)
10KRI Teluk Lampung540masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Schwedt (636)
11KRI Teluk Jakarta541masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Eisenhüttenstadt (615)
12KRI Teluk Sangkulirang542masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Grimmen (616)

[sunting]Kelas Frosch II, Tipe 109 (AKL-ARL)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
13KRI Teluk Cirebon543masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Nordperd (E171)
14KRI Teluk Sabang542masih bertugasBekas kapal Jerman Timur Südperd (E172)

[sunting]Kapal multi-tugas (LPD/APCR)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI DR Soeharso990masih bertugasex-KRI Tanjung Dalpele (972). Kapal bantu rumah sakit
2KRI Makassar590masih bertugas
3KRI Surabaya591masih bertugas
4KRI Banjarmasin592masih bertugas
5KRI Banda Aceh593masih bertugas

[sunting]Kapal pendukung

[sunting]Kapal komando (AGFH)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Multatuli561masih bertugasSebelumnya kapal survei yang kemudian menjadi kapal komando.[9]

[sunting]Kapal tanker pantai kelas Khobi (AOTL)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Balikpapan901masih bertugas
2KRI Sambu902masih bertugas

[sunting]Tanker kelas Rover (AORLH)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Arun903masih bertugasex-RFA Green Rover (A268)

[sunting]Tanker kecil

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Sungai Gerong906masih bertugas

[sunting]Replenishment tanker (AOTL)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Sorong911masih bertugas

[sunting]Kapal tunda

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Rakata922sudah tidak bertugasex-USS Menominee (ATF-73)
2KRI Soputan923masih bertugasOcean Cruiser class
2KRI Leuser924masih bertugasOcean Cruiser class

[sunting]Kapal survey kelas Hecla (AGSH)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Dewa Kembar932masih bertugasex-HMS Hydra (A144), sebelumnya kapal survei milik Angkatan Laut Inggris

[sunting]Kapal pendukung (AKL)

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Nusa Telu952masih bertugas
2KRI Teluk Mentawai959masih bertugasex-Telaud/Tisza class
3KRI Karimata960masih bertugasex-Telaud/Tisza class (Gambar)
4KRI Wagio961masih bertugasex-Telaud/Tisza class

[sunting]Kapal angkut pasukan (AP) eks-kapal penumpang

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Tanjung Kambani971masih bertugasex-Dong Yang No. 6
2KRI Tanjung Oisina972sudah tidak bertugasex-MV Princess Irene
3KRI Tanjung Nusanive973masih bertugasex-KM Kambuna
4KRI Tanjung Fatagar974masih bertugasex-KM Rinjani

[sunting]Kapal angkut pasukan (AP) eks-kapal feri cepat

#Nama kapalLambungStatusKeterangan
1KRI Karang Pilang981masih bertugasex-KFC Ambulu dari PT.ASDP Indonesia Ferri (Persero), 15 September 2005
2KRI Karang Tekok982masih bertugasex-KFC Mahakam; 7 April 2006
3KRI Karang Banteng983masih bertugasex-KFC Serayu; 7 April 2006
4KRI Karang Galang984ditenggelamkan dalam latihanex-KFC Cisadane; 7 April 2006. Sejak 27 Mei 2008 sudah berakhir masa tugasnya dan dijadikan sebagai sasaran pada latihan gabungan TNI.[10][11]
5KRI Karang Unarang985masih bertugasex-KFC Barito; 7 April 2006

[sunting]Lain-lain

  1. KRI Nusa Utara (584)
  2. KRI Leuser (924)
  3. KRI SALAWAKU 642
  4. KRI BADAU 643
  5. KRI SAMADAR 851
  6. KRI SAWANGI 854
  7. KRI SADARIN 855
  8. KRI SALMANITTI 856
  9. KRI krait 877
Sumber: [12]

[sunting]Glosarium

Arti dari singkatan-singkatan yang dipakai oleh TNI-AL untuk fungsi KRI:
  • ASG - Kapal Angkut Serba Guna
  • AT - Kapal Angkut Tank
  • BA - Kapal Bengkel Apung / Repair
  • BAP - Kapal Bantu Angkut Personel
  • BCM - Bantu Cair Minyak / Kapal Tanker
  • BHO - Kapal Bantu Hidro Oseanografi
  • BR - Kapal Buru Ranjau
  • BTD - Kapal Bantu Tunda
  • BU - Kapal Bantu Umum
  • KCR - Kapal Cepat Rudal
  • KCT - Kapal Cepat Torpedo
  • LAT - Kapal Latih
  • MA - Kapal Markas
  • PC - Kapal Patroli Cepat
  • PK - Kapal Perusak Kawal
  • PKR - Kapal Perusak Kawal Rudal
  • PR - Kapal Penyapu Ranjau
  • KS - Kapal Selam

 
Support : WaLi HeLpEr | TNI AL | MARINIR | LANTAMAL VI
Copyright © 2013. TNI ANGKATAN LAUT
Tentara Nasional Indonesia
Proudly powered by Wali Helper